Strategi Menggunakan Indikator RSI di Eastoption

Indikator RSI yang sangat terkenal, banyak gunakan dalam menganalisa pergerakan trend / kecenderungan harga pasar ini merupakan singakatan dari Relative Strength Index yang mempunyai arti jika di Indonesiakan adalah indeks kekuatan relatif.

Seperti fungsi yang disebutkan diatas yaitu untuk menentukan pola trend harga kedepannya, maka RSI ini sangat cocok digunakan untuk segala jenis pasar serta membantu kita dalam menentukan kapan sebaiknya kita memasuki pasar dan keluar dari pasar yang sudah jenuh.

Cara kerjanya indikator RSI

Relative Strengh Index merupakan indikator teknikal / oscillator yang paling populer dikelompoknya yang bertujuan mempermudah kita untuk menganalisa apakah harga pasar tersebut sudah jenuh karena terjadi overbuy atau oversell.

Seperti kehidupan kita apabila kita sudah jenuh / kelebihan meminum air, maka kita tidak akan meminum air, pada saat kita merasa haus kembali barulah kita meminum air tersebut. Saat kita tidak ingin meminum air itu karena kelebihan meminum dapat dikatakan sebagai over minum (overbuy) begitu juga sebaliknya pada saat kita mulai meminumnya kembali dalam jumlah yang banyak bisa dikatakan kita over haus (oversell).

Dengan demikian, indeks kekuatan relatif ini membandingkan tingkat kejenuhan / kenaikan suatu harga aset terakhir dan membandingkan kejatuhan harga tersebut yang dirumuskan lalu ditampilakn dengan skala 0 hingga 100. Dari Skala tersebut dibuat suatu nilai standart yang menjadi patokan akan tingkat kejenuhan pada nilai :

OVERBUY – Indikator menunjukan harga diatas 70 – Artinya harga pasar sudah mendekati titik jenuh (terlalu banyak orang melakukan Buy / Beli / Call), kemungkian besar harga akan bergerak turun kebawah kembali.

OVERSELL – Indikator menunjukan harga dibawah 30 – Artinya harga pasar sudah mendekati titik jenuh (telalu banyak orang yang melakukan Sell / Jual / Put), kemungkian besar harga akan bergerak naik keatas kembali.

Penerapan Relative Strength Index

Penerapan Indikator RSI

*klik gambar untuk perbesar

Setelah berhasil memunculkan indikator RSI, maka akan keluar gambar seperti dibawah ini barulah kita bisa menganalisa trend dari suatu pergerakan harga kedepannya lalu mengambil posisi.

RSI Indikator

*klik gambar untuk perbesar

Dari gambar diatas terlihat jelas bahwa setiap kali harga menyentuh garis (lihat kotak yang diberi warna kuning pada pojok kanan bawah yang menunjukan angka 0 – 100) :

  • Menyentuh / melebihi garis 70 – menunjukan harga buy / call sudah jenuh, trend akan berbalik arah ke bawah. Saatnya untuk mengambil posisi opsi put (Perhatikan panah & keterangan berwana merah pada gambar)
  • Menyentuh / melebihi garis 30 – menunjukan harga sell / put sudah jenuh, trend akan berbalik arah ke atas. Saatnya untuk mengambil posisi opsi call (Perhatikan panah & keterangan berwarna hijau pada gambar)

Strategi RSI pada binary option

Terdapat 3 produk yang bisa menggunakan indikator ini yaitu opsi binar, 60 detik, dan jangka panjang. Setiap produk tentu memiliki strategi waktu yang berbeda-beda dalam analisa, tidak bisa dicampur adukan. Apabila dicampur adukan maka akan mendapatkan hasil yang kacau dan merugikan kita sendiri. Jadi kesimpulannya:

  • Jika anda suka dengan permainan cepat maka pilihlah produk 60 detik / 60 sec – kadaluarsa waktu dalam hitungan menit – Strategi analisa waktu yang disarankan adalah M / menit.
  • Jika anda suka dengan permainan sedang maka pilihlah produk opsi biner / binary option – kadaluarsa waktu dalam hitungan jam – Strategi analisa waktu yang disarankan adalah H / jam.
  • Jika anda suka dengan permainan lama maka pilihan produk jangka panjang / long term – kadaluarsa waktu dalam hitungan hari – Strategi analisa waktu yang disarankan adalah D / hari.

Kombinasikanlah RSI dengan Moving average atau bollinger bands dalam analisa bisnis investasi online binary option, maka kalian bisa mendapatkan penghasilan tambahan yang cukup banyak setiap bulannya.

Baca juga: