5 Strategi Perdagangan Harian Terbaik

Investor yang mencari cara untuk melakukan transaksi tunai dan menjual saham dalam satu hari dikenal sebagai pedagang harian. Para investor percaya bahwa melalui strategi perdagangan harian tertentu, mereka dapat menambahkan kemenangan harian kecil menjadi keuntungan jangka panjang. Dari grafik Candlestick dan pola Candlestick sebagai strategi momentum, pedagang harian memiliki bahasanya sendiri. Komunitas bisnis online seperti Warrior Trading memberikan tips, dukungan dan strategi perdagangan harian, tetapi perdagangan harian sangat beresiko dan diperuntukkan kepada investor yang spekulatif.

Dibawah ini adalah jendela menuju perdagangan saham yang cepat dengan sejumlah perintah pembelian dan penjualan. Anda akan mempelajari 5 strategi perdagangan harian, dan bisa sekaligus mencobanya.

  1. Perdagangan momentum

Dengan strategi momentum, investor melompat pada saham yang harganya melonjak naik. Hal yang harus dicari dalam strategi perdagangan momentum adalah:

  • Sebuah langkah yang unik dan besar didalam harga, yang didorong oleh katalis seperti pertumbuhan laba secara mengejutkan, sebuah perusahaan obat terbesar, peluncuran perawatan yang baru atau berita bahwa perusahaan kecil akan diakuisisi oleh perusahaan yang lebih besar
  • Pergerakan saham mulai dari 30 sampai 40 persen
  • Saham yang lebih kecil, yang diperdagangkan lebih cepat karena berkurangnya jumlah saham biasa
  • Tren atau ide untuk perdagangan momentum melalui alat seperti StockWits, platform komunikasi keuangan

Untuk melindungi dari kerugian yang besar, Warrior Trading menetapkan perintah stop-loss tepat dibawah penurunan harga pertama. Stop-loss bekerja seperti asuransi: Anda menempatkan perintah penjualan untuk saham pada harga yang telah ditentukan, sehingga jika harga saham jatuh ke titik tertentu, saham secara otomatis dapat dijual, melindungi anda dari kerugian yang lebih besar.

  1. Strategi Scalping

Filosofi dibalik strategi Scalping bahwa kemenangan kecil dapat ditambahkan hingga mendapatkan uang yang banyak di akhir hari. Calo yang menetapkan target penjualan dan pembelian dan menetap dalam tingkat ini telah ditentukan. Strategi Scalping sangat cepat dan terkadang membuat pedagang melakoni aksi pembelian dan penjualan hanya dalam hitungan detik.

Scalping adalah salah satu strategi terbaik dalam perdagangan harian untuk pedagang yang percaya diri dimana dapat membuat keputusan yang cepat dan bertindak tanpa ada rasa penyesalan atau pertanyaan apapun. Pengguna dari strategi Scalping memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi untuk menjual dengan cepat jika mereka melihat adanya penurunan harga, sehingga meminimalkan kerugian. Jika anda mudah terganggu dan kurang fokus didalamnya, ini bukanlah strategi yang sesuai untuk anda.

Strategi ini bisa di kombinasikan dengan bollinger bands, moving average, RSI.

  1. Strategi perdagangan Pullback

Langkah pertama dalam strategi Pullback adalah untuk mencari saham atau ETF dengan tren yang didirikan. Selanjutnya, memantau tren sampai ada penurunan harga dari tren tersebut. Jika tren yang didirikan meningkat keatas, maka pergerakan harga menuju ke bawah – atau Pullback – adalah titik masuk untuk perdagangan harian agar melakukan aksi pembelian.

Perdagangan harian menggunakan grafik teknis untuk memahami tren saham. Fidelity merekomendasikan untuk mencari tren teratas dengan setidaknya dua pergerakan dari harga yang tinggi secara berturut-turut sebelum mundur atau harga menurun. Atau, jika saham konslet, anda akan mencari dua harga yang menurun secara berturut-turut. Dan jika tren sungguh-sungguh berbalik setelah anda membelinya, tidak perlu panic karena tren umumnya berlanjut ke arah tren dalam waktu yang lama. Anda mungkin menemukan calon Pullback dari saham untuk membuat keuntungan yang besar.

  1. Perdagangan terobosan

Sebuah perdagangan terobosan terjadi saat harga saham naik diatas harga resistensi teratas sebelumnya. Tetapi hal ini tidak semudah melihat grafik, mengakui resistensi dan kemudian memnbeli setelah terobosan. Anda harus memantau tingkat volume perdagangan atau seberapa banyak saham yang berpindah tangan karena perdagangan terobosan pada volume tinggi yang lebih mungkin untuk menjadi berkelanjutan dengan harga baru yang lebih tinggi daripada terobosan dengan volume yang lebih rendah – menurut Fidelity. Volume terobosan yang lebih rendah cenderung menurun dibawah tingkat resistensi sebelumnya, sehingga lebih sulit untuk mendapatkan keuntungan.

Dalam kebanyakan kasus, saham akan mundur setelah mencapai tingkat resistensi sampai ada katalis untuk pergerakan harga yang lebih kuat. Diatas harga tertentu ini, ada lebih banyak penjual daripada pembeli, mencegah harga menjadi meningkat lebih lanjut.

  1. Berita perdagangan

Saham bereaksi dengan cepat terhadap acara berita. Sejumlah penghasilan yang terlewatkan akan menyebabkan harga saham anjlok; persetujuan FDA untuk obat baru akan menyebabkan saham untuk lepas landas. Dengan menjaga mata pada berita bisnis, pedagang harian dapat memanfaatkan berita-berita populer sehari-hari.

Jika berita buruk keluar, anda mungkin memperpendek saham disepanjang hari dengan “meminjam” saham dari perusahaan investasi dan kemudian menjual saham yang dipinjam tersebut. Jika penurunan harga saham seperti yang diharapkan, maka anda membeli saham kembali pada harga yang lebih rendah dan keuntungan daari perbedaan lebih murah dibandingkan pembayaran komisi. Jika kabar baik keluar,  anda mengambil jangka panjang atau membeli saham langsung dan menjual saham setelah harga naik.

“Perdagangan harian sangat beresiko dan dapat mengakibatkan kerugian finansial yang cukup besar dalam waktu yang sangat singkat”, kata U.S. Securities and Exchange Commission memperingatkan. Jika anda berteriak-teriak untuk mencoba kesempatanmu dalam perdagangan harian, cobalah untuk menginvestasikan semampu anda.

 

Related artikel: 5 Mitos Tentang Investasi Perbankan – Dan Mengapa Hal Ini Tidaklah Benar

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *